Minggu, 26 Juli 2015




Aku sempurna terguncang. Seperti benturan keras kepada keteguhan hatiku. Aku tidak tahu akan menjadi benak apa ini yang mengutamakan kebatuan hati. Aku tidak berdaya dan menerimanya begitu saja.
“Kamu melelehkan hatiku, kamu menghancurkan batu di hatiku. Kamu sangat sempurna melakukannya”.    
Aku sempurna terguncang. Sempurna dan terjun bebas menghantam jantung kehidupanku. Sorot mata yang teduh dengan senyuman digigi mungilnya yang lucu membuatku takjub. Kamu telah menarik hatiku, seperti asteroid yang ditarik paksa oleh lubang hitam.
“Inikah perasaan menjaring udara itu. Atau jangan – jangan aku hanya berfantasi saja. Saat engkau melempar pandangan bahagia kelangit, engkau tak menemui apapun selain sebuah kebahagiaan”. 
Aku sempurna terguncang. Kamu tersenyum padaku. Membuat bunga – bunga yang gersang didalam hatiku menjadi bangkit dan hidup lagi. Membuat padang yang luas tandus ini menjadi siap untuk ditanami lagi.
“ada apa ini ? kenapa di dalam hatiku tercium wangi yang menyejukkan hati. Jangan – jangan ada yang telah menanam sebuah bunga disana. Atau bisa jadi kemarau yang panjang di dalam hatinya telah berganti menjadi musim semi penuh bunga - bunga”

Akusempurna terguncang. Senyummu yang merekah mengalahkan mentari. Entah di dimensi apa aku sekarang berpijak. Inikah dunia itu? Aku tidak mampu menguasai diri.  Yang Aku bungkam dan tidak bisa berucap apa pun. Atau jangan – jangan ini hanya sebuah ilusi sesaat. Sementara yang membuatku melambung tinggi jauh disana tidak mengetahuinya. Apakah kamu merasakannya?
“Apakah kamu setersiksaku sekarang? Atau jangan – jangan aku hanya bermimpi. Ini siksaan yang sangat indah bukan”.

Aku sempurna terguncang. Aku menyebutnya dengan perempuan pengasih. Apakah kamu menerimanya? Aku menyebutmu sebagai perempuan sederhana. Aku diam – diam memperhatikanmu. Aku diam – diam menyebutmu dalam doa.
“Mungkinkah kamu merasakan aliran doa keselamatan yang selalu ku ucapkan di depannya. Sebut saja kamu merasakannya dan aku sangat bahagia”.

Dan akhirnya aku sempurna terguncang dan aku bahagia. Aku sangat berbahagia saat hanya dengan melihatmu. Itu kebahagian yang sangat mewah buatku. Aku sangat berbahagia saat matamu secara tidak sengaja memandangku. Dan ku harap semoga saja jika kelak di takdirkan kita akan menyapa lebih lama. Saling pandang lebih lama dan akhirnya berdua bersama untuk selamanya.
“Dan akhirnya jika aku terguncang demimu, aku bahagia. Aku sangat bahagia”.
 
By : Lukman Rais
“Sesuatu yang di tanggalkan adalah sesuatu yang tidak perlu lagi dikenakan”

0 komentar:

Posting Komentar

Blogroll

About