Semoga kamu bisa membaca surat ini. Jika tak dapat
membacanya ku harap kamu bisa merasakan kasih sayang di setiap deretan huruf –
hurufnya. Karena sungguh kamu adalah karya tuhan yang ku perjuangkan lewat doa
– doaku.
Hey, kamu perempuan manisku. Lesung pipimu selalu
membuatku rindu. Tatap matamu di balik sepasang lensa bening dengan gagang
hitam itu membuatku teduh. Jalanmu yang lucu membuatku selalu menggebu. Aku
merasakan detak jantungku tiada beraturan saat bersamamu.
Saat kamu di dekatku,
aku merasakan bahwa kamu masih menyayangiku. Saat menghabiskan waktu bersama di
danau, aku masih bisa merasakan pelukanmu dan tingkahmu yang menggemaskan.
Menikmati menonton bersama yang sering kali akulah yang paling terlambat datang
dan kamu menunggu dengan penuh kesal. Tetapi, kamu menungguku. Menunungguku dan
menunggu. Meskipun kesal dan kamu tidak mengajakku bicara tetapi kita
bergandengan tangan masuk menonton. Kamu menggengam tanganku saat kita bersama
dan mengerjaiku karena film yang kamu pilih adalah film yang tak ku sukai. Aku
tahu kamu mencintaiku dengan sifat terlambatku. Kamu mencintaiku saat itu,
karena kamu menungguku meski kesal. Dan akhirnya kamu memaafkanku. Kamu adalah
malaikat yang penuh sabar mengahadapiku.
“Bukan seberapa lama kisah kita
bukan?, tetapi seberapa dalam perasaan itu. Perasaan kita”
Menghabiskan waktu bersamam adalah sebuah hal yang
mewah. Meskipun hanya sebilang jari – jari tangan tetapi rasa itu mengendap dan
menjadi tetap di dalam hati. Kita memang sudah tak bersama, tetapi kamu masih
menyayangiku bukan.
“Saat kamu masih mencintaiku, di saat itu
pula aku masih di hatimu”
Dan seiring waktu aku mulai takut kehilanganmu.
Berat rasanya kehilangan cinta daripada kehilangan tubuh fanamu. Kehilanganmu
dulu yang pergi sangat ku ratapi dengan sangat sesal. Kehilangan kasih
sayangmu. Kehilangan cinta dari perempuan sepertimu. Terasa berbeda karena aku
juga mencintaimu. Tetapi aku tersadar, bahwa kehilangan cintamu lebih menyakitkan.
Kamu masih menyayangiku, dan masih sangat menyayangiku. Itulah yang membuatku
sakit sangat parah.
“Mungkin tuhan telah mengenalmu
lebih baik. Karena saat sujud terakhirku namamulah yang paling sering di dengar
Tuhan”
Tetapi jarak kita antara langit dan bumi. Tahukah
kamu bahwa rasa sayangku kepadamu masih seperti sejak pertama kita bertemu.
Kehilanganmu membuat seluruh kehidupanku tiada berdaya. Saat aku sendiri, Hanya
tuhan yang menjadi penopang dan pemberi pundak.
“Lagi – lagi aku patah hati. Patah
yang sangat dalam. Sehingga sulit membuatku jatuh cinta lagi”
Berusaha untuk terbiasa, mengikis semua kenangan
yang telah di rangkai dengan sangat indah. Sepanjang jalan penuh kenangan.
Sepanjang jalan penuh potretmu yang sangat jelas. Aku lelah menerima semuanya,
tetapi percayalah akan selalu ada doa untukmu.
Tetaplah di hatiku, perempuan yang selalu ku
banggakan. Kamu yang selalu ku banggakan di depan ibuku. Meski masa depan belum
tergambar dengan sangat jelas tetapi aku akan berdoa semoga dapat menua
bersamamu.
Tetaplah di hatiku, jika waktunya tuhan sang
pemilik hati, pembolak balik perasaan dapat mempertemukan kita kelak dalam
ikatan yang halal. Sekarang kita terpisah utnuk saling memperbaiki diri. Nanti
saat waktunya tiba, aku percaya kita akan di pertemukan di waktu terbaik dalam
rencanya. Aku percaya, tuhan tidak pernah ingkar bukan.
“kejarlah mimpimu, bahagiakan
sepasang mata yang membuatmu hidup. Sepasang mata kehidupanmu. Dan entah kapan
tuhan akan memberiku kesemnpatan juga untuk membahagiakannya kelak”.
Dan semoga kamu tak lupa ada aku yang selalu
menyayangimu. Meski tak bersama, aku
percaya waktu tidak pernah abai. Biarlah aku saja yang menjadi penunggu
setiamu. Meyapamu lewat sebuah doa di sepanjang jalanmu. Aku yakin jika kita
akan di takdirkan, sejauh apapun jarak kita sekarang kelak akan di pertemukan
oleh ikatan yang penuh keimanan. Namun jika kelak bukan kamu, tuhan pastinya
telah mempersiapkan yang terbaik bagimu dan tentu saja untukku.
Tetapi selalulah menjadi perempuan yang aku kagumi.
Jadilah perempuan yang bangga dengan kesederhanaan. Jadilah perempuan yang
selalu tersenyum dan tertawa. Jadilah kebanggaan keluarga dan teman – temanmu.
Aku disini mendoakanmu. Railah mimpi – mimpimu. Aku mencintaimu dalam diamku.
“Percayalah aku tetap menyayangimu”
Sehingga biarlah aku disini menghidupakan kenangan
kita lewat doa. Kenangan ku tepatnya saat bersamamu. Karena ku yakin dolah yang
mampu merubah segala yang niscaya menjadi ada. Bairlah bayangmu yang selalu
menemani setiap sepiku. Akan ku
hidupakan semua lewat doa – doaku untukmu. Dengan doa kamu hidup dalam diriku.
Semoga kelak tuhan mempersatukan kita dalam ikatan apapun. Terima kasih pernah
memberi kesempatan menjadi bagian dalam hidupmu. Aku beruntung pernah
memilikimu.
Untuk malaikatku Wanda Rezilia Gendu’.....




0 komentar:
Posting Komentar